Belanja Kuliner di Sidomekar Pakai Uang Kepeng Zaman Majapahit

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Pagelaran seni budaya di Desa Sidomekar  mencuri perhatian masyarakat Jember, dan masyarakat dunia Internasional, wisatawan asing.

Bertema Pelestarian Cagar Budaya, dalam festival ini menampilkan hasil kerativitas seni budaya, dan kuliner desa setempat.

Uniknya masyarakat yang hadir jika ingin membeli jajanan kuliner harus menggunakan uang kepeng. Uang kepeng itu terlebih dahulu ditukar dengan rupiah yang  telah disediakan  panitia sesuai  harga.

Bupati Jember dr. Hj. Faida. MMR, terkait dengan transaksi yang menggunakan uang kepeng adalah bagian dari entrepreneur seniman yang mencari sisi unik dan berbeda.

“Itu bagian dari pada usaha seniman kita untuk mengemas kegiatan ini menjadi berbeda,dan itu cukup bagus,” terang Bupati Faida.

Kepala desa Sidomekar, Sugeng Priyadi,  mengatakan festival ini bagian dari pendidikan kepada anak – anak muda Desa Sidomekar bahwa di zaman kerajaan masih menggunakan uang kepeng.

“Rupiah tak berlaku lagi di sini. Transaksinya memakai uang kepeng,” kata Kades Sidomekar, Sugeng Priyadi.

Dia memakai replika baru dan ingin menunjukkan bahwa konsep pegelaran ini untuk mengenalkan sejarah.  Seni budaya ini adalah warisan  nenek moyang yang harus dilestarikan.

“Warisan nenek moyang kita harus dilestarikan agar anak cucu kita tahu,” pesannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.