FSB 2018, Faida Blusukan Dengar Langsung Curhatan Warga Miskin

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Di sela kegiatan  Festival Sungai Bedadung di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Minggu 23 Desember 2018, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, memanfaatkan waktu untuk blusukan ke rumah – rumah warga.

Satu per satu rumah warga dikunjungi seraya menuju lokasi acara di Sungai Bedadung. Banyak rumah warga yang terbuat dari kayu, bambu, berlantai tanah, dan masuk kategori tidak layak huni dikunjungi Faida.

Dengan telaten ibu dokter ini bercengkerama sambil mendengarkan  keluhan langsung warganya. Tidak sedikit Faida, mendapat curhatan kesulitan hidup yang mereka alami.

Warga yang tergolong ekonomi lemah ini rata – rata bekerja di sektor informal antara lain  tukang becak, pengasuh anak, dan dukun bayi. Kondisi tubuh mereka yang tidak lagi bugar semasa muda memaksanya sekadar bertahan hidup.

Faida juga menemui seorang warga yang baru saja menjalani operasi yang setiap control ke rumah sakit memakai sepeda motor. Mendengar itu Faida langsung memerintahkan agar warga ini diantar jemput memakai mobil ambulans.

Dari sekian warga yang dia temui, Faida, berkesimpulan untuk memberi bantuan asuransi kessehatan dengan harapan jika sakit akan lebih mudah berobat dan tidak lagi memikirkan biaya.

Mereka juga akan diberi bantuan program pemerintah yang belum mereka rasakan semisal adminduk, dan program bantuan lainnya.

Lain dari itu, kata Faida, menjadi salah satu karunia Allah SWT bagi Kabupaten Jember. Sungai bukan tempat membuang sampah, tetapi memiliki berbagai fungsi.

Nah, untuk mengembalikan fungsi sungai, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Festival Sungai Bedadung.

Untuk kali pertama Festival Sungai Bedadung  digelar di lapangan SDN 02 Kelurahan Tegal Gede Kecamatan Sumbersari, Minggu 23 Desember 2018.

“Sejatinya sungai bisa menjadi tempat olahraga, sungai bisa menjadi tempat wisata, dan sungai bantarannya bisa menjadi pemersatu bangsa,” tutur bupati.

Festival Sungai Bedadung ini, menurut bupati, menunjukkan sungai bisa menyambungkan persaudaraan dan kekeluargaan dari macam-macam komunitas bantaran sungai se-Kabupaten Jember.

Festival Sungai Bedadung ini adalah suatu ikhtiar ke depan, agar  sungai Bedadung menjadi destinasi wisata edukasi Kabupaten Jember yang juga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.

Bupati Faida menyampaikan pada 2019 akan dimulai wisata berbasis sungai dengan dimulai salah satunya dari Sungai Bedadung.

“Hadirnya dewan kesenian dari berbagai kabupaten menandakan suatu sinyal bahwa kita akan bisa bersinergi dengan seni budaya, karena seni adalah bahasa tanpa sekat bagi siapapun,” tuturnya.

Ketua DKJ (Dewan Kesenian Jember) Eko Suwargono menyampaikan, inisiasi Festival Sungai Bedadung ini merupakan suatu gagasan untuk mengangkat dan mengembangkan imej Sungai Bedadung yang selama ini populer sebagai sebuah nama sungai saja.

“Setelah adanya festival ini diharapkan dapat menjadi objek wisata ikonik di Kabupaten Jember yang tidak ada di kabupaten lain,” jelasnya.

Sehingga berbagai macam aktivitas seni budaya nanti dapat dilakukan di sekitar Sungai Bedadung dan dapat menjadi salah satu unggulan wisata di Jember.

“Para seniman yang ada di masyarakat tidak hanya tergantung pada tanggapan keluarga hajatan, tetapi juga ada ruang seni yang dibangun destinasi wisata untuk berekspresi,” lanjutnya.

Eko mengatakan, acara yang ditampilkan terkait erat dengan masyarakat dan seni bedadung. Diantaranya terdapat penampilan can macanan kaduk, patrol, gamelan, serta tari sakral spiritual.

Dosen Fakultas Sastra Universitas Jember ini juga berharap, Festival Sungai Bedadung dapat terus berkembang sehingga Sungai Bedadung dapat menjadi destinasi wisata yang berkualitas di Kabupaten Jember.

Pada festival ini juga dilombakan Susur Sungai Bedadung, sejenis wisata petualangan yang dipelopori pencinta alam dan didukung  Basarnas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.