HKN 2018, Faida Komit Tekan AKI, AKB, Stunting dan Tuntaskan Ambulans

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-57 di Alun – alun Jember, Jumat, 21 Desember 2018, Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, menegaskan komitmennya untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu hamil dan bayi.

Komitmen ditunjukkan dengan membagikan makanan tambahan bagi balita dan makanan tambahan untuk ibu hamil agar kualitas gizi dan kesehatan ibu hamil dan bayi bisa terjamin.

“Semangat HKN kita adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Jember dengan prioritas ibu hamil dan bayi,” terangnya.

Ibu hamil dan bayi menjadi perhatian khusus karena pekerjaan rumahnya adalah tingginya angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB) di Jember

“Memang  menurun tetapi jumlahnya masih tinggi. Ini jadi tanggungjawab kita bersama, sehingga tahun ini Jember menuntaskan launching satu desa satu ambulans,” jelasnya.

Semua desa dan kelurahan telah tuntas menerima mobil ambulans. Selain ambulans untuk 248 desa dan kelurahan, juga ada 31 mobil jenazah serta 50 ambulans Puskesmas.

Selain meng-upgrade ambulans puskesmas lama launching  untuk ambulans yang dimodifikasi menjadi mobil jenazah sehingga layanan emergency bisa teratasi.

Ambulans desa difungsikan untuk mempercepat pertolongan emergency kepada semua pasien, utamanya ibu hamil yang bisa antar-jemput.

Ada dua standar ambulan desa yakni medan pegunungan medan terjal memakai mobil 4×4 dengan roda bear lebih aman.  Untuk perkotaan dengan roda standar karena medan jalan datar.

Untuk menjamin seluruh ibu hamil dalam pantauan tenaga kesehatan, maka pemerintah bekerjasama lembaga ikatan dokter (IDI)  baha seluruh tenaga dokter anak atau umum dan bidan mengawal ibu hamil yang  tercatat ada 10.600.

Pemerintah segera menggelar  kongres ibu hamil bahkan Pemkab memiliki aplikasi untuk memantau setiap ibu hamil terkait nama bidannya, nama dokternya, dan tempat rujukannya. Dengan aplikasi ini semua ibu hamil terhubung dengan dokter dan bidan sampai ke ponsel Bupati Jember.

Dalam peringatan HKN juga dibagikan kartu BPJS Kesehatan untuk tenaga honorer. Menurut Faida, setelah Presiden menandatangani PP tentang tenaga honorer, pemenuhan tenaga kesehatan di setiap Puskesmas dan RS lebih mudah.

Bupati menjelaskan terpenuhinya setiap Puskesmas di Jember dengan tiga dokter, bahkan gedungnya telah direnovasi. Ke depan Pemkab akan tetap memenuhi kualitas SDM untuk pelayanan kesehatan agar lebih baik.

Untuk ini, pihaknya menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Jember untuk penyediaan dokter dengan memberikan beasiswa daerah. Setelah lulus ada ikatan dinas untuk memenuhi kebutuhan.

Persoalan lain yang jadi fokus Pemkab Jember adalah penyelesaian stunting dan pencegahannya dengan melibatkan lintas sektoral.

Upaya dilakukan antara lain, menjamin kualitas air bersih lewat program satu rumah satu PAM dengan sambungan gratis. Ditambah program jambanisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.