Kongres Tukang Becak, Make Over Pengayuh dan Becak

image_pdfsave PDFimage_printPrint this
Pemandangan berbeda di kawasan kota Jember saat dipimpin Bupati Jember dr Hj Faida, MMR. Penampilan abang becak kini lebih rapi. Berkat perhatian Pemkab Jember, selain orangnya becaknya juga dimake over.
Hal itu terungkap saat Kongres Tukang Becak,  di Aula PB Sudirman, Minggu (16/12/2018) pagi. Kongres ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya diadakan pada 2017 lalu.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR mengatakan, acara ini digelar untuk mendata jumlah tukang becak, khususnya yang ada di perkotaan. Usai bertatap muka dengan para tukang becak, mereka memutuskan untuk tetap menekuni profesi tersebut.

Keputusan mereka mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Salah satu bentuknya adalah dengan mempercantik becak dan memberikan sejumlah bantuan kepada tukang becak untuk aktivitasnya sehari-hari.
“Kita dandani becak-becak ini dengan hiasan, lampu-lampu dan tempat penyimpanan barang. Selain juga kita kasih seragam, jas hujan, topi dan sepatu. Pastikan tukang becak tetap terlindungi dari hujan dan terik matahari,” ujar bupati.
Menurutnya, 60 persen tukang becak di Jember usianya diatas 55 tahun. Secara otomatis, mereka masuk kategori lanjut usia dan diberi bantuan berupa beras rastrada 10 kilogram setiap bulannya.
“Kita data kesejahteraan ekonomi keluarganya, kalau mereka tinggal di rumah yang tidak layak tapi punya tanah, maka bisa langsung didaftarkan ke program bedah rumah tak layak huni,” imbuhnya.
Faida menambahkan, bahwa sebanyak 1050 tukang becak diberi asuransi perlindungan kesehatan yang diambilkan dari biaya pemerintah daerah.
“Selama ini banyak tukang becak dan keluarganya sakit. Maka perlu di asuransikan karena tukang becak merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.