Faida Ajak Mahasiswa Keperawatan Bagi dari Solusi Jember

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengajak mahasiswa keperawatan untuk menjadi bagian dari solusi di masyarakat saat menjalankan tugas praktik lapangan.

Ajakan itu disampaikan Bupati Faida dalam acara penyambutan peserta Rapat Tahunan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AIPNEMA), Selasa 27 November 2018, di Pendapa Wahyawibawagraha.

“Keperawatan ini adalah potensi yang luar biasa untuk membantu pemerintah menjadi solusi bagi problem-problem kesehatan,” kata Bupati Faida.

Bupati Faida memberikan masukan agar program-program yang dijalankan menjadi bagian solusi masalah yang dihadapi masyarakat.

Seperti program-program praktek komunitas dan lapangan memilih tema sesuai dengan masalah kesehatan di daerah setempat.

“Praktik yang benar-benar berada di tengah masalah kesehatan masyarakat sekaligus menjadi solusi,” ujar Dokter Hj Faida.

Bupati mencontohkan tingginya angka kematian ibu dan bayi bisa menjadi fokus tema dalam melaksanakan program praktek lapangan.

Lebih jauh Faida mengungkapkan para perawat bisa menjadi mitra pemerintah daerah, dengan memperbaiki data kesehatan masyarakat, pendampingan, intervensi solusi masalah.

“Termasuk memonitoring dan evaluasi program-program kesehatan yang dijalankan pemerintah,” ungkap peraih Satya Lencana Presiden ini.

Ketua AIPNEMA Edy Soesanto, S.Kp,M.Kes. menyampaikan  terima kasih kepada Bupati karena memotovasi mahasiswa keperawatan untuk selalu meningkatkan kemampuan.

Dijelaskannya peserta rapat tahunan berjumlah 47 institusi dari seluruh Indonesia. Jember dipilih sebagai tuan rumah karena terkenal dengan fesyen melalui JFC, meski waktunya kurang tepat.

Ia menegaskan AIPNEMA bergerak di bidang keperawatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Menyinergikan dunia pendidikan dengan masyarakat, khususnya di peningkatan derajat kesehatan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Muhammad Hazmi,  D.E.S.S menyampaikan jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember mencapai 1.000 mahasiswa.

“Sekitar 1000 mahasiswa tidak perlu pusing membayar uang kuliah,” ujarnya.

Sebagai timbal balik dan dukungan ke Pemkab Jember,  Unmuh selalu memperkenalkan potensi Jember di beberapa ajang atau dokumenter.

Dalam rapat AIPNEMA ini disajikan tarian selamat datang  oleh mahasiswi Unmuh Jember dan penampilan kostum Jember Fashion Carnaval.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.