Faida Bak Motivator Ulung, Minta Generasi Muda Jember Berciri Khas Pintar dan Berkarakter Kuat

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Bupati Jember dr Hj Faida MMR, meminta generasi muda Jember menjadi generasi yang cerdas dan pintar dan berkarakter (jujur, peduli dan beradab sopan santun).

Demikian disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida saat berbicara di hadapan ratusan pelajar di acara penutupan Dies Natalis ke – 39 SMA Negeri Ambulu (SMANA), Sabtu (13/10/2018).

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMANA, Drs Muhammad Irvan M.Pd, mengucap syukur berkali – kali sebagai tanda kebanggaan dan kebahagiaannya karena baru kali ini Dies Natalis SMANA dihadiri Bupati Jember.

M Irvan, sengaja mendorong kehadiran Bupati Faida, melalui OSIS agar bisa memberi motivasi bagi siswa – siswinya untuk berprestasi dan bisa mencontoh Bupati.

“Kami meminta Bunda Faida untuk memotivasi siswa siswi SMANA agar menjadi generasi sukses seperti Bu Faida. Moment ini luar biasa, saya bahagia karena Bunda Faida hadir dan baru kini Dies Natalis SMA ini dihadiri Bupati,” ujarnya.

Bupati Jember dr Hj Faida MMR, di hadapan ratusan pelajar SMANA lantas memberi paparan berisi motivasi agar menjadi generasi milenial yang cerdas, cinta NKRI dan berkarakter.

Generasi Jember harus berhasil ke depan dan memiliki ciri khusus yakni cerdas pandai berprestasi, cinta tanah air dan berkarakter kuat.

“Tidak ada guna jika kepandaian, kekayaan dan kesuksesan tidak dibarengi jiwa yang berkarakter seperti jiwa sosial, penuh peduli, dan beradab,” ujar Faida.

Paparan Faida semakin memukau. Ratusan siswa terlihat bersemangat. Berkali- kali terdengar teriakan yel kompak dan tepuk tangan gemuruh.

“Kalian ini luar biasa. Kalian terlihat gembira dan bahagia. Itu artinya dalam jiwa bahagia diyakini kalian bisa menyerap ilmu pelajaran di sekolah dengan baik,” sergah Bupati.

Pelajar semakin gemuruh manakala Faida memberi contoh ada seorang penjual sayur keliling baru lulus ujian SIM C setelah mengikuti 950 kali ujian tulis. Bahkan dia menghabiskan Rp 46 juta untuk membiayai ujian tulis SIM tersebut.
“Ini contoh betapa pentingnya semangat, karakter kuat dan prinsip dalam hidup. Lihat Ibu itu yang memiliki visi yang kuat dalam keyakinan hidupnya,” ujar Faida.

Tiga Ciri Sikap Generasi Jember

Untuk itu kata Faida, ada tiga ciri sikap generasi muda Jember yang harus dibangun.

Tiga sikap itu adalah generasi yang cinta produk lokal (daerah), selalu membela tanah air dengan menumbuhkan persaudaraan dan tidak memberi kesempatan orang mengadu domba.

“Dengan ilmu agama hidup jadi terarah, dengan ilmu pengetahuan hidup menjadi lebih mudah dan dengan seni hidup menjadi lebih indah,” tukas Faida lagi.

Guna mendorong cinta tanah air, Faida memaparkan kondisi Indonesia 10 tahun terakhir, upaya Pemerintah saat ini, dan perbandingan produk lokal Jember yang tak kalah bersaing mutunya.

Fakta sebelumnya, pasar Indonesia dikuasai asing semisal Tekstil 80 %, Farmasi 80 %, Teknologi 90 % dan Industri 92 %.

Kata Faida, PR ke depan generasi muda adalah negara ini masih jadi negara konsumtif ke – 2 di dunia dengan penggunaan kartu kredit 250 Triliun.

Negara masih belum bisa jadi produsen pesawat tapi pembeli pesawat terbanyak jenis boeing dan airbus.

Kondisi Freeport Indonesia masih mendapat royalti 1 % atau setara 85 Triliun per tahun.

Dan bersyukur tahun ini, Pemerintah Pusat Pak Jokowi, berhasil membuat perjanjian sehingga Indonesia mendapat royalti 51 % atau setara 4.335 T.

Faida di akhir paparannya meminta generasi muda Jember bertekad mencintai produk lokal Jember sendiri mulai dari produk susu sapi segar Rembangan, Susu Ettawa, Susu Kefir Bangsalsari.

Faida, mengutip pernyataan mantan Presiden I Soekarno, “dulu kita tidak menguasai tanah air kita tapi sekarang tidak menguasai kehidupan kita. Kalau cinta NKRI ya harus cinta produk asli Jember.

Soal air mineral saja, Jember sudah punya. Pakai air mineral sekarang produk asli Jember. Bangkit dan berbuat berbuat sekarang, atau selamanya dijajah produk asing.

Pendapatan perusahaan air mineral asing 7,2 miliar liter per tahun keuntungannya Rp 10 T, pajak ke negara hanya 5 rupiah per liter atau setara Rp 35 miliar.

“Kita harus ubah dengan produk aie mineral asli Jember semisal AlQodiri, Hazoora, Ampo, San Global, dan Albab,” ujarnya.

Belum lagi aneka produk handicraft Jember. Faida menegaskan dengan menyebut nama merek lokal bukan berarti dia memiliki saham di perusahaan itu tetapi sejatinya Bupati adalah marketing produk lokal.

Faida, mengatakan SMANA selama ini telah dikenal dengan jago-jago olahraga bola voli dan seni.

“Maka saya titip kepada para siswa, jadilah generasi hebat. Yakni generasi yang berkarakter, artinya yang peduli dan tidak mudah diadu domba, tidak pernah dekati narkoba,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.