Faida dan Menteri Susi, Kucurkan Asuransi Nelayan dan Cold Storage

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, menegaskan pentingnya pengembangan kemaritiman dan potensi kelautan di Kabupaten Jember. Hal itu bukan karena jumlah nelayan yang banyak melaintkan potensi kemaritiman dan kelautan di Jember yang luar biasa.

Luas perairan laut di Jember 54 Kilometer Persegi dengan potensi produksi lebih dari 40 ribu ton per tahun. Tetapi, kata Bupati Faida, baru termanfaatkan sebesar 22,5 persen.

“Artinya, masih banyak potensi yang bisa digali, dengan cara-cara yang benar akan menjadi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Jember,” ungkap Bupati Faida dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember.

Kondisi nelayan di Kabupaten Jember mayoritas  menggunakan jukung untuk menangkap ikan dengan jumlah  1.872 buah.

Jumlah jukung  ukuran 5 – 10 GT (gross ton) tidak sampai 300 buah. Sementara jukung dengan ukuran lebih dari 10 GT hanya 153 buah.

Jumlah nelayan terbesar berada di Kecamatan Puger,  mencapai 72 persen dan 12 persen berada di Kecamatan Ambulu,  sisanya tersebar di beberapa kecamatan.

Sebanyak 500 nelayan Jember telah mendapatkan bantuan sertifikasi hak atas tanah nelayan. Jumlah ini tersebar di lima desa, yakni Desa Sumberejo, Puger Wetan, Mojomulyo, Mayangan, dan Pajer Paseban. Masing masing 100 sertifikat.

Untuk program asuransi nelayan, Faida menyebut sebanyak 4.550 nelayan telah didukung asuransi yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Bantuan biaya asiransi ini selama satu tahun. Harapannya, setelah itu mengetahui manfaat asuransi hingga berikutnya bersedia membayar sendiri.

Bupati menjelaskan premi asuransi  tidak mahal, yakni Rp. 175 ribu per tahun. “Jika yang dari pusat habis, supaya tidak terputus, disambung dengan satu tahun lagi premi dibayar pemerintah kabupaten Jember,” ujar Faida di arena kongres di Alun-alun Puger.

“Tetapi, tahun selanjutnya nelayan harus mulai mandiri membayar asuransi untuk dirinya. Sebanyak 6.100 nelayan tahun ini mendapatkan asuransi nelayan Jember,” terang bupati, Sabtu 24 November 2018.

Bupati juga mengatakan, keselamatan nelayan tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan pelampung untuk seluruh kapal di Jember.

Pelampung ini tidak diberikan kepada orang per orang, tetapi diberikan kepada kapalnya. “Tidak boleh ada kapal yang melaut tanpa pelampung, dan nelayan harus menggunakan pelampung,” pesannya.

Terkait potensi kemaritimiman dan kelautan Jember yang pengembangannya belum maksimal, dia menyatakan optimismenya.

Sebab, kata dia Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan bersama dan membantu nelayan di Jember.

“Dengan catatan nelayan Jember mau menjaga potensi kelautan. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak peduli kesejahteraan nelayan dan keluarganya,” tuturnya.

Kata Faida, Menteri Susi menepati janji atas penyediaan cold storage yang sudah dibangun dan diserahkan untuk Puger, dan pembangunan dermaga. Pemkab dan Pemprov Jatim membangun Dermaga Watu Ulo, Dermaga Puger, serta Dermaga TPI Getem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.