Satgas Pangan Monitoring Harga Pangan, Belum Ditemukan Praktik Kecurangan

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Kabupaten Jember kembali melakukan monitoring bahan pangan di sejumlah Pasar Tradisional, Senin (19/11/2018).

Anggota Satgas Pangan terdiri dari staf Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Polres Jember, Inspektorat, Dinas Kesehatan, Media dan Bulog Jember kali ini memantau 2 titik Pasar.

Pertama Pasar Tradisional Mayang dan kedua, Pasar Kalisat.

Sasaran ini didatangi Tim untuk dipantau perkembangan harga harga bahan pokok, terutama menjelang perayaan Maulid Nabi.

Di kedua pasar tradisional itu, didapat data antara lain, harga daging ayam naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 36 ribu, harga telur boiler naik menjadi Rp 22 ribu, dan harga beras medium Rp 11 ribu.

Untuk cabe rawit Rp 17 ribu, daging sapi, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir tetap harganya masih tetap.

Rachman anggota Tim menyatakan bahwa hasil pemantauan itu menunjukkan ada kenaikan menjelang Maulid.

Ada beberapa faktor penyebabnya yakni tingkat permintaan yang mulai tinggi, sementara stok barang menipis. Sesuai hukum ekonomi suplay dan demand.

“Kalo harga daging masih tetap, kisaran Rp 110 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp 10 ribu dan minyak goreng kemasan masih tetap Rp 22 hingga 24 ribu,” ujar Rachman, anggota Satgas Pangan.

Drh Andi Prastowo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, mengatakan bahwa tingkat fluktuasi bahan pokok masih relatif stabil atau normal.

Harga naik dikarenakan permintaan, namun stok barang masih diyakini aman. Dari sini katanya akan dilakukan evaluasi oleh jajaran Pemkab agar di lapangan tidak terjadi kenaikan harga secara tajam.

“Kalau ada permainan tengkulak,dan sebab lain Pemkab bersama Bulog siap menggelar Operasi Pasar,” ujarnya.

Ketua Tim I Satgas Pangan, Sekretaris Pemkab Jember Ir Mirfano, meminta sesuai perintah Bupati Faida, untuk melakukan pengawasan terhadap bahan pokok dan kenaikan harga pangan di Jember beberapa bulan terakhir karena menghadapi Maulid Nabi, Natal dan terutama hari besar lain.

“Dari hasil monitoring kita akan lakukan kajian. Jika ditemukan kecurangan dalam perdagangan maka Polisi akan bertindak sesuai laporan Satgas,” ujarnya.

Dia berharap Bulog dan Pemkab juga menyiapkan agar tidak terjadi permainan harga dengan melakukan operasi pasar terjadwal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.