Tim TMP2M Sidak Lagi, Ratusan Mamin Kedaluarsa Masih Saja Ditemukan

image_pdfsave PDFimage_printPrint this

Tim II Monitoring Pembinaan dan Pengawasan Makanan dan Minuman Kabupaten Jember (TMP2M) kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak), di 6 titik pertokoan, swalayan, pasar, toko klontong dan grosir di tiga Kecamatan yakni Balung, Puger dan Kecamatan Wuluhan, Senin (22/10/2018).

Sidak dilakukan sebagai rangkaian tugas rutin Pemerintah Kabupaten di era Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Wabup KH Muqit Arif, untuk menjamin dan melindungi konsumen masyarakat Jember agar terhindar dari makanan minuman (mamin) yang kedaluarsa.Tim II yang beranggotakan unsur Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Kominfo dan Bagian Hukum melakukan sidak monitoring mamin di sejumlah titik secara acak.

Yang mengejutkan dari 6 titik yang diperiksa secara acak ditemukan masih banyak mamin kedaluarsa, menyalahi izin edar, produk home industri tak berlabel, tanggal produksi dan tak ada tanggal kedaluarsa.Tak hanya toko kecil, pertokoan swalayan di Balung juga masih ditemukan sejumlah minuman kaleng dengan kemasan rusak atau penyok. Dicky anggota tim dari Dinkes mengatakan mamin dengan kemasan penyok harus diamankan. “Karena memungkinkan masuknya bakteri ke dalam makanan melalui sela kemasan kaleng,” ujarnya.

Ketua TMP2M Ir Mirfano, yang juga Sekda Pemkab Jember, membenarkan masih banyaknya temuan di lapangan terkait mamin kedaluarsa yang masih dipajang di toko atau swalayan.”Para pemilik beralasan kurang kontrol, sudah memisahkan ke tempat lain dan ada yang bilang mamin tak kunjung diambil distributor atau produsen sehingga klaim toko terlambat,” jelasnya.Fakta juga menunjukkan banyak produk home industri yang belum mengurus izin dan tidak memasang label produksi serta label kedaluarsanya.

Kata Mirfano, sesuai perintah Bupati Faida, hasil TMP2M berupa temuan temuan dengan aneka kasus harus dilakukan tindaklanjut ke satuan organisasi perangkat daerah yang memiliki tupoksi yang sesuai. “Terkait pembinaan home industri ada sendiri, terkait zin edar dan perizinan ada OPD lain yang menangani. Minimal Pemerintah telah hadir dalam masalah ini. Langkah selanjutnya kita akan sampaikan ke Bupati,” ujarnya.Sekadar diketahui, TMP2M Jember dibagi dalam 3 tim. Masing – masing tim melakukan pemantauan dan pengawasan di seluruh wilayah Jember baik toko, swalayan, toko modern, pasar, kantin sekolah dan pedagang kaki lima jajanan sekolah.Dalam temuan Tim TMP2M banyak ditemukan makanan mulai dari roti, minuman kemasan, bumbu maaak, mie instant, camilan, susu kental manis, keripik, bumbu instant, mi lidi, pia susu, dan makanan jenis lain.Pembinaan dan monitoring akan terus dilakukan hingga jaminan terhadap konsumen benar – benar aman dan terjamin baik sisi higienis dan tidak mengandunf obat berbahaya.Ivan, pemilik toko kelontong di Balung ditemui wartawan mengaku senang dengan pemantauan itu. Pihaknya merasa terbantu dengan ditemukannya sejumlah mamin yang kedaluarsa.”Kalau toko saya sudah menyendirikan bahan dan makanan yang kedaluarsa untuk dikembalikan kepada produsen atau distributor untuk diganti yang baru,” akunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.